Sederet Bukti Nyata Kepemimpinan Dorong Keberlanjutan

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia berkomitmen mendorong program keberlanjutan atau sustainability demi mencapai target net zero emission pada 2060. Namun untuk mencapai target ini tidaklah mudah, mengingat banyak tantangan yang masih menghantui, mulai dari investasi hingga infrastruktur yang belum memadai.

Untuk itu dalam mendorong sebuah keberlanjutan di industri, setiap pemimpin perusahaan harus memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan tata kelola perusahaan dengan baik sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance atau (ESG).

Hal itu pun diakui Director of Wilo Pumps Indonesia David Haliyanto. Menurutnya, setiap pemimpin perusahaan harus memahami tantangan dan mematuhi kesepakatan dunia usaha untuk keberlangsungan hidup manusia yang sehat dengan melakukan pengembangan bisnis serta menciptakan inovasi yang mendukung tercapainya NZE di Tanah Air.

Dalam mendorong keberlanjutan, Wilo secara global telah mengembangkan strategi keberlanjutan yang eksplisit berdasarkan strategi perusahaan “Ambition 2025” dengan mengidentifikasi isu-isu utama. Prinsip utama dari strategi ini adalah menjadi mitra yang menyediakan teknologi untuk pengolahan air bersih bagi lebih banyak orang sekaligus mengurangi jejak ekologis.

Salah satu upaya keberlanjutan yang dilakukan Wilo adalah dengan menciptakan solusi inovatif untuk pompa dan sistem pompa yang didukung oleh solusi digital and otomasi Schneider Electric. Solusi Wilo ini memungkinkan customer Wilo melakukan pengolahan air yang lebih andal dan berkelanjutan di lingkungan operasionalnya dengan mengurangi penggunaan energi sebesar 20%, serta mengurangi 25% waktu downtime dengan deteksi dan resolusi kesalahan/kegagalan yang lebih cepat.

Schneider Electric

“Peralihan dari energi fosil ke sumber energi terbarukan adalah tantangan yang kompleks dan memerlukan waktu. Namun, ini tidak berarti bahwa pencapaian NZE tidak mungkin. Sebaliknya, hal ini dapat menjadi peluang bagi industri untuk berinovasi dan memimpin perubahan menuju solusi yang lebih berkelanjutan. Dibutuhkan pemimpin yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan, keberlangsungan kehidupan yang sehat, menyelaraskannya dengan visi dari perusahaan agar upaya sustainability perusahaan dapat benar-benar berdampak signifikan bagi internal, lingkungan dan masyarakat,” jelas David.

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, “Untuk memulai upaya dekarbonisasi, dunia usaha harus menyadari inisiatif dekarbonisasi tersebut harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari Strategize, Digitize dan Decarbonize. Tidak hanya bicara mengenai transisi ke energi terbarukan, namun pelaku usaha juga perlu memfokuskan pada pengelolaan penggunaan energi secara lebih efisien dan bertanggung jawab. Kini hal ini dimungkinkan dengan perkembangan teknologi digital dan otomasi dimana 70 persen emisi karbon dapat dikurangi dengan teknologi. Tentunya, pemilihan mitra teknologi menjadi aspek krusial untuk memastikan perusahaan benar-benar dapat memperoleh keuntungan yang kompetitif dari investasi teknologi dan membantu mencapai tujuan dekarbonisasi dan tujuan bisnisnya,” pungkasnya.

Direktur Utama Lintasarta Bayu Hanantasena juga mengungkapkan sebagai pemimpin perusahaan, dirinya memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Selain itu, ia percaya bahwa berpartisipasi dalam dekarbonisasi menciptakan peluang untuk inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memenuhi harapan konsumen yang semakin peduli terhadap keberlanjutan.

Untuk itu lanjutnya, dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE) di tanah air, setiap pemimpin perusahaan perlu mengambil langkah-langkah proaktif dan berkomitmen terhadap sustainability.

Beberapa langkah-langkah yang dapat diambil lanjutnya yakni evaluasi jejak karbon, diversifikasi sumber energi, adopsi teknologi bersih, kebijakan dan insentif Internal, kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga non-profit, edukasi dan pelibatan karyawan, pengukuran dan pelaporan kinerja.

“Melalui langkah-langkah ini, pemimpin perusahaan dapat memainkan peran kunci dalam mencapai tujuan Net Zero Emission di tingkat nasional dan mendukung transformasi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan,” terang Bayu.

Schneider Electric

Lintasarta adalah contoh lain mitra Schneider Electric yang juga berkomitmen untuk ikut ambil bagian dalam mendorong dekarbonisasi. Lintasarta menggunakan EcoStruxure for Data Center dari Schneider Electric untuk membangun data center yang pintar, sustainable dan lebih efisien.

Wilo dan Lintasarta merupakan beberapa mitra Schneider Electric yang turut mendukung inisiatif Green Heroes for Life yang mengajak customer, dan mitranya untuk menjadi Impact Makers dengan berbagi praktik terbaiknya dalam memulai perjalanan sustainability dan berkontribusi dalam upaya mempercepat upaya dekarbonisasi di Indonesia.

Schneider Electric sendiri telah melakukan upaya keberlanjutan sejak 2005 dan memiliki peta jalan yang jelas untuk menuju NZE. “Di Schneider Electric, kami memimpin dengan memberi contoh, dan mengembangkan solusi-solusi inovatif serta ramah lingkungan untuk mendukung customer mencapai tujuan keberlanjutannya. Solusi serta teknologi tersebut kami gunakan terlebih dahulu di operasional di kedua pabrik kami, sehingga customer bisa melihat secara langsung cara kerja,manfaat, dan dampak yang diberikan dari solusi kami,” jelas Roberto.

Schneider Electric secara bertahap mengubah operasi pabrik global dan lokal menjadi pabrik pintar dengan digitalisasi. Di Indonesia, transformasi pabriknya di Batam dimulai sejak 2017 dan hal ini memungkinkan Schneider Electric meningkatkan produktivitas dan efisiensi energi hingga 20%, serta mengurangi limbah material hingga 40%.

Smart Factory Batam ini ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai mercusuar nasional pertama industri 4.0 dan juga mendapatkan pengakuan sebagai Global Lighthouse Network dari World Economic Forum.

Ada pula, Smart Factory Cikarang dimana Schneider Electric juga telah memulai transisi menuju energi bersih dengan memanfaatkan tenaga surya atap di pabrik pintar di Cikarang. Pabrik ini telah mengurangi emisi karbon sebesar 181 ton CO2 per tahun (atau setara dengan penanaman 900 pohon per tahun).

Smart factory di Batam dan Cikarang seluruhnya menggunakan solusi kami, mulai dari perangkat keras yang terhubung hingga teknologi berbasis perangkat lunak. Kami mengundang para pelaku usaha untuk datang dan melihat secara langsung sejauh apa digitalisasi dan otomasi dapat memberikan manfaat bisnis dan pemenuhan tanggung jawab perusahaan secara bersamaan. Kami memiliki tim Sustainability Business Service yang akan membantu para pelaku usaha melakukan assessment, membuat roadmap hingga pengimplementasian dan evaluasi. Memastikan tujuan dekarbonisasinya tercapai sesuai target yang dicanangkan,” tutup Roberto.

Schneider Electric

Schneider Electric telah mendukung pelanggan dalam perjalanan keberlanjutan mereka dengan menyediakan perangkat lunak dan konsultasi layanan kepada 50% Fortune 500 secara global. Membantu pelanggan menghemat dan menghindari 440 juta ton CO2 dari tahun 2018 hingga 2022, setengah dari target yang dicanangkan Schneider Electric untuk menghemat 800 juta ton emisi CO2 bagi pelanggan pada tahun 2025. Tak main-main, Schneider Electric sendiri secara global menargetkan untuk dapat mencapai Net Zero Emission di seluruh rantai suplai pada 2050. https://sayurkana.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*