Arab Makin Membara! Iran Bombardir Markas Mata-Mata Israel, 4 Tewas

Jakarta, CNBC Indonesia – Iran melancarkan serangan ke mata-mata Israel. Markas spionase Negeri Zionis di wilayah semi-otonom Kurdistan Irak diserang pasukan elit Teheran, Garda Revolusi Iran (IRGC).

Serangan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran eskalasi perang antara Israel dan kelompok Islam Palestina, Hamas, di Gaza, yang dimulai sejak 7 Oktober. Israel juga terlibat saling serang dengan proksi Iran di kawasan itu, baik Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.

“Sebagai tanggapan terhadap kekejaman rezim Zionis baru-baru ini, yang menyebabkan terbunuhnya komandan Garda dan Poros Perlawanan… salah satu markas utama spionase Mossad di wilayah Kurdistan Irak dihancurkan dengan rudal balistik,” kata IRGC dalam pernyataannya. sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Selasa (16/1/2024).

“Kami meyakinkan bahwa operasi ofensif IRGC akan terus berlanjut sampai titik darah terakhir para martir terbalaskan,” tambahnya.

Mengutip AFP setidaknya empat orang tewas dan enam terluka. Partai Demokratik Kurdi mengatakan salah satu pebisnis ternama Kurdi, Peshraw Dizayee, juga di antara mereka yang tewas.

Dizayee diketahui dekat dengan klan Barzani yang berkuasa. Ia memiliki bisnis yang memimpin proyek real estat besar di Kurdistan.

Perlu diketahui, Iran sendiri memang telah bersumpah membalas dendam atas pembunuhan tiga anggota IRGC bulan lalu. Termasuk seorang komandan senior IRGC yang pernah menjabat sebagai penasihat militer.

Serangan itu secara rinci berada di wilayah Erbil. Ini di dekat daerah perumahan konsulat Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, di waktu yang sama, IRGC juga mengatakan pihaknya menembak sejumlah rudal balistik di Suriah. Militer Iran itu menyebut serangan ditunjukan ke “para pelaku operasi teroris di Iran” termasuk ISIS.

Reaksi Keras Kurdi dan AS

Perdana Menteri (PM) Kurdi Irak Masrour Barzani mengutuk serangan terhadap Erbil. Ia menilai ini sebagai “kejahatan terhadap rakyat Kurdi”.

Amerika Serikat (AS) pun mengecam serangan di Irak dan menyebutnya “sembrono”. Meski demikian, para pejabat mengatakan tidak ada fasilitas Amerika yang menjadi sasaran dan tidak ada korban di pihak Paman Sam.

“Kami melacak rudal-rudal tersebut, yang berdampak di Irak Utara dan Suriah Utara. Tidak ada personel atau fasilitas AS yang menjadi sasaran,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Adrienne Watson, mengatakan dalam sebuah pernyataan, dimuat Reuters.

“Kami akan terus menilai situasi, namun indikasi awal menunjukkan bahwa ini adalah serangkaian serangan yang ceroboh dan tidak tepat,” tambahnya.

“AS mendukung kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Irak,” jelasnya lagi. https://gorenganpedas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*