Termurah Rp 134 Jutaan, Ternyata Ini Penyebab LCGC Masih Laku Keras

Jakarta, CNBC Indonesia – Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau yang lebih dikenal sebagai mobil low cost green car (LCGC) nyatanya bisa mendominasi penjualan mobil di RI pada tahun 2023. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ada tiga mobil yang masuk ke dalam 5 besar penjualan.

Honda Brio Satya terjual 62.195 unit, namun ini merupakan gabungan antara tipe Satya yang masuk di segmen LCGC dan tipe RS yang non-LCGC. Di bawahnya ada Daihatsu Sigra yang berada di peringkat ketiga penjualan dengan menjual sebanyak 61.752 unit

Sigra bahkan mampu mengalahkan Toyota Avanza yang bertahun-tahun kerap menjadi mobil terlaris di RI. Avanza berada di bawahnya dengan menjual 59.543 unit. Kembaran Sigra yakni Toyota Calya juga masuk ke dalam lima besar yakni terjual 45.801 unit.

Tingginya penjualan LCGC bukan tanpa sebab. Meski sudah mulai banyak mobil lain yang bermunculan dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tidak lagi 0%, namun peminatnya tetap tinggi.

“Sekarang dia punya kontribusi bayar pajak 3%, tapi itu jenis kendaraan yang masih dalam jangkauan daya beli masyarakat kita, masyarakat kita daya belinya di bawah Rp 300 juta kan, pilihannya LCGC,” kata Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, Selasa (16/1/2024).

Harga LCGC saat ini ada di rentang Rp 134 jutaan hingga sudah hampir tembus Rp 200 juta, misalnya Brio Satya E CVT yang di Januari 2024 ini sudah tembus Rp 198,3 juta.

Meski tak lagi tergolong sangat murah, namun pembeli kendaraan di segmen ini bakal mulai beralih ketika sudah memiliki dana yang lebih banyak.

“Begitu ada duit dia naik kelas ke perusahaan yang lebih baik, dia pindah dari LCGC misal ke Veloz atau Avanza, jadi LCGC masih salah satu jenis kendaraan yang diminati masyarakat terutama first buyer. Biasanya 5 tahun kemudian dia mau ganti ketika ekonominya lebih bagus,” ujar Kukuh.

Seperti diketahui, data Gaikindo menunjukkan, pangsa pasar LCGC di pasar mobil nasional melonjak 5% pada tahun 2023. 

Di mana, pada tahun 2022, pangsa pasar penjualan mobil LCGC nasional tercatat baru 15,1% dari total nasional, yakni sebanyak 158.206 unit. 

Tahun 2023, penjualan LCGC melonjak 46.499 unit atau 29,39% menjadi 204.705 unit.

Dengan demikian, porsi pasar LCGC di Indonesia sepanjang tahun 2023 naik menjadi 20%.

Tak hanya itu. Produksi LCGC tahun 2023 juga melonjak jadi 231.590 unit dibandingkan tahun 2022 yang hanya sebanyak 158.206 unit. https://roketgubuk.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*