Siap-Siap RI Bakal Temukan Harta Karun Bukan Migas Biasa

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini masih menanti hasil pengeboran yang dilakukan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan mitra asal Amerika Serikat (AS) yakni EOG Resources. Khususnya, terkait pengeboran sumur Migas Non Konvensional (MNK) di Blok Rokan, Riau.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, saat ini pemerintah masih menanti hasil studi dari pengeboran sumur MNK yang dilakukan perusahaan. Ia pun berharap hasil studi dari pengeboran sumur migas MNK ini dapat selesai dalam waktu 5 bulan mendatang.

“Untuk MNK, studi lab sedang dikerjakan, mungkin 5 bulan dari sekarang akan keluar hasil studi intensif, baik di Amerika maupun di Indonesia, jadi apakah potensinya cukup menjanjikan dilakukan eksploitasi. Eksploitasi MNK itu berbeda,” kata Tutuka dalam Konferensi Pers, Selasa (16/1/2024).

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengukir sejarah baru di sektor hulu migas Indonesia. Hal itu menyusul tajak atau pengeboran sumur perdana yang dilakukan perusahaan dalam memburu harta karun bukan migas biasa atau Migas Non Konvensional (MNK) di Blok Rokan. Adapun tajak perdana sumur MNK tersebut dilakukan pada Kamis (27/7/2023) berlokasi di Lapangan Gulamo, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap proses pencarian “harta karun” Migas Non Konvensional (MNK) di Blok Rokan dapat membuahkan hasil. Terutama, di tengah tren penurunan produksi minyak dari tahun ke tahun yang terus berlangsung.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengakui untuk mengejar target lifting minyak di tahun ini kondisinya cukup menantang. Adapun lifting minyak pada 2024 dipatok sebesar 635 ribu bph.

Meski demikian, saat ini Kementerian ESDM tengah menanti hasil pengeboran yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama mitra dari AS yakni EOG Resources di dua sumur MNK yakni Gulamo dan Kelok.

“Minyak kan kita sekarang lagi mengupayakan di Rokan, bulan Juni mudah-mudahan hasil kajiannya ada kesimpulan. Sekarang rig-nya udah pindah ke sumur kedua (Kelok), itu harapan kita,” katanya.

Arifin mengatakan dua sumur MNK di wilayah kerja ini digadang-gadang memiliki potensi minyak hingga 80 juta barel. Sementara estimasi potensi oil inplace diproyeksikan hingga mencapai 1,28 miliar barel. https://botakbrewok.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*